Pernah anda tersesat?
Saya pernah, sedang, dan sudah lama. Ini menjijikkan.Oh, sungguh! Saya tidak bisa menemukan jalan pulang. Tolong. Ini menyakitkan, ini menggelikan, maka, sakit ini membuat tertawa. Tawa itu perih, tawa itu tidak nikmat sama sekali, mereka hampa, seperti kerupuk pasir yang hilang digulung ludah. Hanya ingin pulang, itu saja. Tapi bagaimana? Cara ini, cara itu, semua sudah! Nihil, tetap masih disini, berdiri meng-iba diri sendiri. Menangis, megeluh, mencaci, memaki, mengaduh, me-, me-, me-, me! Itu semua percuma, tahu?! PERCUMA. Dan bahkan sekarang masih mengeluh. Ini bahkan bentuk keluhan! Bodoh? memang.
Asing. Semua berbeda, semua aneh, mereka aneh. Negeri apa ini namanya? Lakon mereka sungguh tak lucu, sungguh! Kedok itu tak indah, tak berseni, tak berkelas, murahan di mata saya. Sangat berbeda dengan rumah. Ber-be-da. Sudah lama memang, tapi masih tak bisa biasa. Orang-orang disini mengambang, mereka tak kukuh, tak tahu makna kejujuran pada diri sendiri, hanya ingin menjadi yang paling, semua begitu, maka apa? Tak pernah ada damai.
Tapi dari sini saya baru tahu, makna indah dalam mengalah. Di rumah dahulu, saya benci untuk mengalah. Maka Tuhan, karena alasan ini saya disini? Olok-olokan dari nurani sendiri? Memalukan.
Saya ingin semua ini cepat selesai. Atau harus buat negeri baru?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar